KAWAN ASURANSI

Operasi ByPass Jantung di Penang Adventist Hospital bagian 2

00-CoverPAH02.jpg

28/09/2016 11:45 WIB

Sakit Jantung Koroner bagian ke-2: Operasi By-Pass Jantung di Penang Adventist Hospital

 

Saya akan melanjutkan tulisan saya mengenai sakit jantung koroner yg diderita papa saya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat untuk kawan-kawan semua.

 

Jadi kami ber-6 tiba di Penang hari Jum’at sore. Kami dijadwalkan bertemu dengan dr. Teh Aik Seng hari Senin. Jadi kami punya waktu 2 hari (Sabtu & Minggu) untuk mengenal Penang lebih jauh dan membuat diri relax. Di tulisan saya yg ini, saya akan mencoba untuk mengulas daerah Penang.

 

Hari Sabtu siang, kami pergi ke restoran Zhong Hua yg terletak di hotel Berjaya (skrg bernama GeorgeTown Hotel). Lokasinya disebrang Adventist Hospital. Jadi dari apartemen Wayton Court, kami berjalan kaki ke resto ini.

George Town Hotel Penang Advenstist Hospital

Zhong Hua di Penang Hotel GeorgeTown

 

Di resto ini, kami makan siang DimSum. Ada somai, hakaw, kaki ayam, cicongfan, lomakai, lumpia udang mayonese, dll. Dan ternyata rasanya lezaaattt banget teman-teman. Topp banget deh hehehe. Yang terpenting jangan kalap kalau makan enak hehehe, santai aja dan nikmati secukupnya, jangan sampai kekenyangan.

Zhong Hua George Town Hotel Penang

 

Zhong Hua DimSum di Penang

 

Setelah makan siang, kami ber-6 melanjutkan perjalanan ke Kek Lok Si. Kek Lok Si adalah wihara umat Budha yg terletak di kaki Gunung Air Itam. Kami ber-6 menggunakan 2 taxi.  Kek Lok Si adalah salah satu objek wisata di Penang yg wajib dikunjungi. Disini ada patung Dewi Kwan Im yg sangat besar dan tinggi.

KeLokSi Penang Adventist Hospital

 

Papa, mama dan paman saya beragama Budha, jadi mereka juga berdoa disini untuk meminta kesembuhan pada papa saya. Saya dan adik-adik saya juga melakukan hal yg sama.

KeLokSi Penang Adventist Hospital

 

Hari sudah semakin sore, setelah dari Kek Lok Si, kami pergi ke Gurney Plaza untuk berjalan-jalan dan mencari makan malam. Gurney Plaza terletak dekat dengan Adventist Hospital. (10 menit jalan kaki). Gurney Plaza adalah mal yg terletak di pinggir pantai. Dan di depan Gurney Plaza ada Gurney Drive yaitu semacam pusat jajanan kaki lima. Kuliner di Penang ternyata sangat mengasyikkan.Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kuliner kaki lima di Gurney Drive. Rasanya mantappppp teman-teman. Akhirnya selesai sudah kegiatan kami hari Sabtu. Waktu berlalu sangat cepat.

Gurney Plaza Penang Adventist Hospital

 

Gurney Plaza Penang Adventist Hospital

 

Hari Minggu kami isi dengan melakukan tour ke Wihara Budha Tidur (Sleeping Budha Temple). Ini adalah Wihara Budha Thailand. Setelah itu kami berjalan-jalan ke Gurney Mal lagi dan makan malam di Gurney Drive.

Burma Temple Penang Adventist Hospital

 

Burma Temple Sleeping Budha Penang

 

Thailand temple Penang

 

2 hari ini terasa sangat relax dan menyenangkan. Mungkin hal ini memang perlu dilakukan agar papa merasa santai dan tidak banyak pikiran sebelum operasi by-pass jantung dilaksanakan.

 

Akhirnya tiba saatnya untuk papa bertemu dg dr. Teh Aik Seng hari Senin. Mama  menemani papa berkosultasi dengan dr. Teh Aik Seng. Dr. Teh sangat fasih berbicara 3 bahasa yaitu Mandarin, Inggris, dan Melayu. Akhirnya dr. Teh memutuskan untuk melakukan kateter untuk mengetahui seberapa parah tingkat tersumbat pembuluh darah jantung papa.

 

Kateter adalah semacam slang kecil, berukuran diameter sekitar 2 mm, dimasukkan sampai ke pangkal pembuluh koroner. Melalui kateter ini kemudian disuntikkan zat kontras sehinggga pembuluh koroner dapat terlihat dan dibuat film dengan menggunakan sinar X. Jika ada penyempitan atau penyumbatan pembuluh koroner, akan nampak dalam film.”

Kateter ByPass Jantung Penang Adventist Hospital

 

Proses Kateter berjalan tidak lama, karena papa saya sorenya sudah diperbolehkan pulang. Dan papa hanya dibius lokal. Dari hasil kateter ternyata sakit jantung koroner papa sudah lumayan parah. Dari 4 pembuluh darah, 3 pembuluh darah sudah tersumbat 100%, dan 1 pembuluh darah lagi sudah tersumbat 90%. Dr. Teh berkata Tuhan masih sayang sama papa karena papa sebenarnya sudah tergolong sakit jantung koroner parah.

 

Dr. Teh menganjurkan papa segera diambil tindakan by-pass jantung. Tentu saja kami sangat khawatir karena by-pass adalah operasi besar. Lalu dr. Teh menenangkan kami bahwa operasi by-pass sudah sering dilakukan di Adventist Hospital. Hampir tiap hari ada 2 kali pasien yg dioperasi by-pass. Tingkat kegagalan 5%. Mendengar hal itu, maka tenanglah hati kami sekeluarga. Untuk dr. bedah kami menggunakan jasa dr. Alfred Poey.

 

Karena papa meminum obat pengencer darah, maka dr. Teh meminta papa berhenti minum obat pengencer darah. Setelah 5 hari baru dilakukan operasi by-pass. Hal ini penting karena bila kita masih minum obat pengencer darah, maka ditakutkan pada saat operasi darah tidak akan bisa berhenti mengalir sehingga bisa mengakibatkan pendarahan dan pasien meninggal.

 

Akhirnya hari operasi pun tiba. Sejak pagi, kami sekeluarga menemani papa sampai kamar rumah sakit. Lalu berikutnya, suster membawa papa ke ruang operasi. Kami pun hanya bisa menunggu. Akhirnya setelah hampir malam, suster mengabarkan bahwa operasi berhasil. Kami sekeluarga langsung mengucap syukur kepada Tuhan. Hanya saja papa masih harus berada di ruang ICU dan besok baru dipindah ke kamar rumah sakit. Setelah itu dengan hati agak lega kami pulang ke apartemen Wayton Court. Kami semua beristirahat karena seharian sangat cemas.

 

Besok paginya kami langsung ke Adventist Hospital, dan siangnya papa sudah dipindah ke kamar rumah sakit. Kondisi papa terlihat sangat baik. Hanya saja papa mengeluh karena dadanya terasa sakit apalagi kalau dia batuk. Lalu kami berusaha menenangkan papa. Lalu oleh rumah sakit, papa diberikan bantal berbentuk hati, yg tujuannya diletakkan di dada papa agar bila papa terbatuk maka tidak terlalu menimbulkan sakit.

 

Akhirnya kedua adik dan paman saya pulang dulu ke Jakarta. Sedangkan saya dan mama menemani papa di Penang selama 3 minggu. Karena sehabis operasi ada pemeriksaan lanjutan dari dokter dan kami ingin memastikan papa sudah kuat barulah pulang ke Jakarta.

 

Kawan-kawan, saya akhiri dulu tulisan saya mengenai sakit jantung koroner yg saya bagi menjadi 2 postingan. Mudah-mudahan tulisan saya bisa bermanfaat untuk kawan semua. Bila ada teman-teman yg membutuhkan informasi medis tentang Penang, silahkan jangan ragu untuk menghubungi saya, saya akan berusaha menyediakan informasi semampu saya.

 

Satu yang terpenting kita harus menjaga jantung kita dengan baik kawan-kawan, karena lebih baik mencegah daripada terkena sakit. Setuju kan kawan semua ?

 

Terima kasih atas waktunya.

 

PS:

Sebagai tambahan informasi, untuk kawan-kawan yang mempunyai polis Allianz (nama produknya TaPro), maka operasi by-pass jantung termasuk salah satu dari kondisi sakit kritis yang di-cover Allianz. Anda bisa meng-klaim uang pertanggungan kepada Allianz. Setelah itu, anda tidak usah membayar premi lagi, karena begitu klaim Sakit Kritis anda disetujui, maka otomatis berlaku pembebasan premi, jadi Allianz yang akan membayarkan premi anda sampai anda berumur 65 tahun.

 

Walaupun operasi by-pass dilakukan di Penang, uang pertanggungan tetap dibayarkan oleh Allianz karena coverage area polis Allianz adalah seluruh dunia. Bila anda ingin mengetahui TaPro lebih jauh, silahkan jangan ragu untuk menghubungi saya. Terima kasih.


Share :

KEEP FOLLOWING POST FROM KAWAN ASURANSI

LABEL

ASURANSI JIWA (11) ASURANSI UMUM (1) CERITA ASURANSI (1) INFO ASURANSI (3) LOGIKA ASURANSI (3) PENGALAMAN MEDIS (4)

WEBSITE MENARIK LAINNYA